Aku tidak berjalan mundur
Kau sendiri yang berbalik arah
Aku tidak berhenti
Kau sendiri yang melarangku berjuang
Aku tidak meninggalkan
Kau sendiri yang memilih pergi
Archive for 2016
Rintik hujan yang semula deras kian lenyap
Berganti dentum mangkuk bakwan kawi yang lewat depan rumah
Bukan tentang hujan atau pun bakwan kawi
Kali ini hujan kembali membawa paket dari semesta
Bukan tentang kenangan apalagi rasa lapar
Hari ini aku disadarkan akan sesuatu yang seharusnya kusadari sejak awal
Bye
Bahkan ledakan dan konstelasi
Indah dengan caranya sendiri
semoga demikian juga kita
dengan ceritanya masing-masing
dengan angin semilir tatkala jendela itu kau buka
ia lenyapkan aku bagai bintang dalam lubang hitam
tetapi aku lebih tau
ada yang lebih kejam dari semestamu
dan menguji keteguhan hatiku
betapa kau yang sangat kutunggu pulang
bahwa kaulah yang selalu jadi semestaku
menjadikan ku satelit tak bertuan
menjadikanmu pemandu untuk setiap titik nasib yang bergulir
bukan tentang hujan
bukan pula tentang kesepian
pada sebuah bahu dan senyum itu
dengan alunan sajak yang kau buat
atau aroma kopi dan wedang kesukaanmu
tentang sabar yang kudekap dalam pekat
betapa pilu ini mahadahsyat menghancurkan
tapi tetap kuteguk sakitnya di sepertiga malam sunyi
jika saja rindumu adalah aku
barangkali tak perlu ku hitung seberapa banyak jika yang menghantamku setiap malam
World is such a cruel place, isn't it?
It gives you unfairly fate
Yeah, some people are so lucky
They were born with so much advantages
World is such a cruel place, isn't it?
It gives you a big mirror to look at
Yeah, some people are so lucky
They can remind you to stay self aware
Is it a mistake to not being beautiful?
Is it a fate to look like an ugly duck?
To never feel okay?
To never feel everything?
Well yes, world is a cruel place
That you were always be an option
You will always be a joke
And you can never win the game
Tidakkah kau ingat
Bulir air yang jatuh saat itu
Yang melenyapkanmu pada lamunan
Seiring sinar mentari yang surut
Kau bercerita
tentang indah jagat raya
Betapa luas dunia
Hingga membawamu dalam pendakian
Cerita itu terus berulang
Tentang hujan yang tak sempat
melihat pelangi tersenyum
Tentang langit yang tak sempat
pamit pada gemintang
Kau selalu keluhkan tokoh itu
Bersikeras bahwa ia adalah kau
Tanpa pernah kau sadari
Akulah tokoh itu
Rupanya jagat raya punya cara sendiri
Mengenalkan rasa sakit yang sama
Namun dengan caranya yang tak terduga
Hanya saja
aku sendiri lah yang kini
Mencintai dalam diam dan
Melindungimu dalam doa
Semesta menghukumku
Karena mencintai tanpa batas
Sakitnya tak pernah henti
Sekalipun dalam gelap sebuah mimpi
Aku tak pernah mengerti alur semesta
Karenanya hati bungkam dalam masa
Waktu pun tak pernah berpihak pada rasa
Sekeras apapun raga berusaha
Pada akhirnya kita hanya dapat saling rela
Reminder
Hargai yang masih berjuang. Karena mungkin, pagi ini adalah pagi terakhirnya berusaha karena lama tak kau hiraukan. Hingga pada akhirnya ia mengemas rapi hati dan pergi kepada yang lebih menghargai.
"Sometimes it's not the butterflies that tell you are in love, but the pain."
Maaf
Sejuta puisi ku.
Tawa di setiap senja bicara.
Senyum di setiap bintang berpendar
Sebuah kata dalam buku.
Hilang dalam ribuan paragraf.
Sebuah titik dalam cerita.
Yang masih mencintaimu.
Kita dan waktu
Waktu, ia si penggerak semesta.
tak sadar menjadi dongeng bagi seseorang.
Popular Posts
-
teruntuk kau yang sedang termenung di sudut sepi yang dingin dengan angin semilir tatkala jendela itu kau buka bukan kah rencana tuhan...
-
Aku terenyuh pada gerimis hari itu Rintik hujan yang semula deras kian lenyap Berganti dentum mangkuk bakwan kawi yang lewat depan rumah ...
-
Aku tak pernah mengerti alur semesta Karenanya hati bungkam dalam masa Waktu pun tak pernah berpihak pada rasa Sekeras apapun raga berusa...
-
embun pagi menuntun sukma pada gerimis bukan tentang hujan bukan pula tentang kesepian tapi tentang ingin ku untuk pulang pada sebuah...
-
World is such a cruel place, isn't it? It gives you unfairly fate Yeah, some people are so lucky They were born with so much advantag...
-
Aku tidak berjalan mundur Kau sendiri yang berbalik arah Aku tidak berhenti Kau sendiri yang melarangku berjuang Aku tidak meninggalkan ...
-
Hargai yang masih berjuang. Karena mungkin, pagi ini adalah pagi terakhirnya berusaha karena lama tak kau hiraukan. Hingga pada akhirnya ia ...



