Aku terenyuh pada gerimis hari itu
Rintik hujan yang semula deras kian lenyap
Berganti dentum mangkuk bakwan kawi yang lewat depan rumah
Tetapi bukan itu inti dari cerita ini
Bukan tentang hujan atau pun bakwan kawi
Kali ini hujan kembali membawa paket dari semesta
Bukan tentang kenangan apalagi rasa lapar
Hari ini aku disadarkan akan sesuatu yang seharusnya kusadari sejak awal
Tentang kemana aku harus pergi, jalan mana yang harus kuambil

teruntuk kau yang sedang termenung di sudut sepi yang dingin
dengan angin semilir tatkala jendela itu kau buka

bukan kah rencana tuhan itu lucu?
ia lenyapkan aku bagai bintang dalam lubang hitam
kemudian pertemukan kita kembali dalam harmoni yang amat pilu
kau bercerita betapa kejam semesta

tetapi aku lebih tau
ada yang lebih kejam dari semestamu
kau bersedu sedan pada takdir

apakah tuhan sedang bercanda?
bagaimana bisa ia permainkan rinduku
dan menguji keteguhan hatiku

sungguh hanya ia yang tau
betapa kau yang sangat kutunggu pulang

sungguh hanya ia yang tau
bahwa kaulah yang selalu jadi semestaku
yang menghilang bersama bintang di utara
menjadikan ku satelit tak bertuan

sungguh hanya kau yang mampu 
porak porandakan alam rayaku yang terpola
sungguh inginku hanya satu
menjadikanmu pemandu untuk setiap titik nasib yang bergulir

embun pagi menuntun sukma pada gerimis
bukan tentang hujan
bukan pula tentang kesepian

tapi tentang ingin ku untuk pulang
pada sebuah bahu dan senyum itu

dengan alunan sajak yang kau buat
atau aroma kopi dan wedang kesukaanmu

namun kau tak pernah tau
tentang sabar yang kudekap dalam pekat

betapa pilu ini mahadahsyat  menghancurkan
tapi tetap kuteguk sakitnya di sepertiga malam sunyi

tak hentinya otakku dipenuhi dengan tanya dan jika
jika saja rindumu adalah aku
barangkali tak perlu ku hitung seberapa banyak jika yang menghantamku setiap malam

World is such a cruel place, isn't it?
It gives you unfairly fate
Yeah, some people are so lucky
They were born with so much advantages

World is such a cruel place, isn't it?
It gives you a big mirror to look at
Yeah, some people are so lucky
They can remind you to stay self aware

Is it a mistake to not being beautiful?
Is it a fate to look like an ugly duck?
To never feel okay?
To never feel everything?

Well yes, world is a cruel place
That you were always be an option
You will always be a joke
And you can never win the game

Tidakkah kau ingat
Bulir air yang jatuh saat itu
Yang melenyapkanmu pada lamunan
Seiring sinar mentari yang surut

Kau bercerita
tentang indah jagat raya
Betapa luas dunia
Hingga membawamu dalam pendakian

Cerita itu terus berulang
Tentang hujan yang tak sempat
melihat pelangi tersenyum
Tentang langit yang tak sempat
pamit pada gemintang

Kau selalu keluhkan tokoh itu
Bersikeras bahwa ia adalah kau
Tanpa pernah kau sadari
Akulah tokoh itu

Rupanya jagat raya punya cara sendiri
Mengenalkan rasa sakit yang sama
Namun dengan caranya yang tak terduga

Hanya saja
aku sendiri lah yang kini
Mencintai dalam diam dan
Melindungimu dalam doa

Semesta menghukumku
Karena mencintai tanpa batas
Sakitnya tak pernah henti
Sekalipun dalam gelap sebuah mimpi

Kita dan waktu

Waktu, ia si penggerak semesta.

sebuah konspirasi dari yang mencipta.

Sedang kita hanya partikel di jagat raya.
titik yang nyaris tak ada.

Sejatinya semesta mempertemukan dua hal untuk saling bertentangan 
agar kelak bermakna satu sama lain

waktu menjadikan kita saling melukai.
tak sadar dapat hilang kapan saja.

kita membuat cerita masing-masing.
tak sadar menjadi dongeng bagi seseorang.

bukankah kenangan itu adalah konstelasi?
Layaknya keindahnya malam
yang merupakan kuburan gemintang.

Akankah ia tetap bermakna?
jika hanya menjadi titik dalam lingkaran tragis.

kemudian egois menjadi sekutunya masing-masing.




Popular Posts

Followers

About Me

Music

Video

About

~~