Kamu; sejuta puisiku
Archive for Juni 2016
teruntuk kau yang sedang termenung di sudut sepi yang dingin
dengan angin semilir tatkala jendela itu kau buka
dengan angin semilir tatkala jendela itu kau buka
bukan kah rencana tuhan itu lucu?
ia lenyapkan aku bagai bintang dalam lubang hitam
ia lenyapkan aku bagai bintang dalam lubang hitam
kemudian pertemukan kita kembali dalam harmoni yang amat pilu
kau bercerita betapa kejam semesta
tetapi aku lebih tau
ada yang lebih kejam dari semestamu
kau bersedu sedan pada takdir
apakah tuhan sedang bercanda?
bagaimana bisa ia permainkan rinduku
dan menguji keteguhan hatiku
dan menguji keteguhan hatiku
sungguh hanya ia yang tau
betapa kau yang sangat kutunggu pulang
betapa kau yang sangat kutunggu pulang
sungguh hanya ia yang tau
bahwa kaulah yang selalu jadi semestaku
bahwa kaulah yang selalu jadi semestaku
yang menghilang bersama bintang di utara
menjadikan ku satelit tak bertuan
menjadikan ku satelit tak bertuan
sungguh hanya kau yang mampu
porak porandakan alam rayaku yang terpola
sungguh inginku hanya satu
menjadikanmu pemandu untuk setiap titik nasib yang bergulir
menjadikanmu pemandu untuk setiap titik nasib yang bergulir
embun pagi menuntun sukma pada gerimis
bukan tentang hujan
bukan pula tentang kesepian
bukan tentang hujan
bukan pula tentang kesepian
tapi tentang ingin ku untuk pulang
pada sebuah bahu dan senyum itu
dengan alunan sajak yang kau buat
atau aroma kopi dan wedang kesukaanmu
pada sebuah bahu dan senyum itu
dengan alunan sajak yang kau buat
atau aroma kopi dan wedang kesukaanmu
namun kau tak pernah tau
tentang sabar yang kudekap dalam pekat
betapa pilu ini mahadahsyat menghancurkan
tapi tetap kuteguk sakitnya di sepertiga malam sunyi
tentang sabar yang kudekap dalam pekat
betapa pilu ini mahadahsyat menghancurkan
tapi tetap kuteguk sakitnya di sepertiga malam sunyi
tak hentinya otakku dipenuhi dengan tanya dan jika
jika saja rindumu adalah aku
barangkali tak perlu ku hitung seberapa banyak jika yang menghantamku setiap malam
jika saja rindumu adalah aku
barangkali tak perlu ku hitung seberapa banyak jika yang menghantamku setiap malam
Popular Posts
-
teruntuk kau yang sedang termenung di sudut sepi yang dingin dengan angin semilir tatkala jendela itu kau buka bukan kah rencana tuhan...
-
Aku terenyuh pada gerimis hari itu Rintik hujan yang semula deras kian lenyap Berganti dentum mangkuk bakwan kawi yang lewat depan rumah ...
-
Aku tak pernah mengerti alur semesta Karenanya hati bungkam dalam masa Waktu pun tak pernah berpihak pada rasa Sekeras apapun raga berusa...
-
embun pagi menuntun sukma pada gerimis bukan tentang hujan bukan pula tentang kesepian tapi tentang ingin ku untuk pulang pada sebuah...
-
World is such a cruel place, isn't it? It gives you unfairly fate Yeah, some people are so lucky They were born with so much advantag...
-
Aku tidak berjalan mundur Kau sendiri yang berbalik arah Aku tidak berhenti Kau sendiri yang melarangku berjuang Aku tidak meninggalkan ...
-
Hargai yang masih berjuang. Karena mungkin, pagi ini adalah pagi terakhirnya berusaha karena lama tak kau hiraukan. Hingga pada akhirnya ia ...
Followers
About Me
Music
Video
About
~~



