teruntuk kau yang sedang termenung di sudut sepi yang dingin
dengan angin semilir tatkala jendela itu kau buka

bukan kah rencana tuhan itu lucu?
ia lenyapkan aku bagai bintang dalam lubang hitam
kemudian pertemukan kita kembali dalam harmoni yang amat pilu
kau bercerita betapa kejam semesta

tetapi aku lebih tau
ada yang lebih kejam dari semestamu
kau bersedu sedan pada takdir

apakah tuhan sedang bercanda?
bagaimana bisa ia permainkan rinduku
dan menguji keteguhan hatiku

sungguh hanya ia yang tau
betapa kau yang sangat kutunggu pulang

sungguh hanya ia yang tau
bahwa kaulah yang selalu jadi semestaku
yang menghilang bersama bintang di utara
menjadikan ku satelit tak bertuan

sungguh hanya kau yang mampu 
porak porandakan alam rayaku yang terpola
sungguh inginku hanya satu
menjadikanmu pemandu untuk setiap titik nasib yang bergulir

embun pagi menuntun sukma pada gerimis
bukan tentang hujan
bukan pula tentang kesepian

tapi tentang ingin ku untuk pulang
pada sebuah bahu dan senyum itu

dengan alunan sajak yang kau buat
atau aroma kopi dan wedang kesukaanmu

namun kau tak pernah tau
tentang sabar yang kudekap dalam pekat

betapa pilu ini mahadahsyat  menghancurkan
tapi tetap kuteguk sakitnya di sepertiga malam sunyi

tak hentinya otakku dipenuhi dengan tanya dan jika
jika saja rindumu adalah aku
barangkali tak perlu ku hitung seberapa banyak jika yang menghantamku setiap malam

Popular Posts

Followers

About Me

Music

Video

About

~~