embun pagi menuntun sukma pada gerimis
bukan tentang hujan
bukan pula tentang kesepian

tapi tentang ingin ku untuk pulang
pada sebuah bahu dan senyum itu

dengan alunan sajak yang kau buat
atau aroma kopi dan wedang kesukaanmu

namun kau tak pernah tau
tentang sabar yang kudekap dalam pekat

betapa pilu ini mahadahsyat  menghancurkan
tapi tetap kuteguk sakitnya di sepertiga malam sunyi

tak hentinya otakku dipenuhi dengan tanya dan jika
jika saja rindumu adalah aku
barangkali tak perlu ku hitung seberapa banyak jika yang menghantamku setiap malam

Leave a Reply

Popular Posts

Followers

About Me

Music

Video

About

~~