Tidakkah kau ingat
Bulir air yang jatuh saat itu
Yang melenyapkanmu pada lamunan
Seiring sinar mentari yang surut
Kau bercerita
tentang indah jagat raya
Betapa luas dunia
Hingga membawamu dalam pendakian
Cerita itu terus berulang
Tentang hujan yang tak sempat
melihat pelangi tersenyum
Tentang langit yang tak sempat
pamit pada gemintang
Kau selalu keluhkan tokoh itu
Bersikeras bahwa ia adalah kau
Tanpa pernah kau sadari
Akulah tokoh itu
Rupanya jagat raya punya cara sendiri
Mengenalkan rasa sakit yang sama
Namun dengan caranya yang tak terduga
Hanya saja
aku sendiri lah yang kini
Mencintai dalam diam dan
Melindungimu dalam doa
Semesta menghukumku
Karena mencintai tanpa batas
Sakitnya tak pernah henti
Sekalipun dalam gelap sebuah mimpi


