Waktu, ia si penggerak semesta.
sebuah konspirasi dari yang mencipta.
Sedang kita hanya partikel di jagat raya.
titik yang nyaris tak ada.
Sejatinya semesta mempertemukan dua hal untuk saling bertentangan
agar kelak bermakna satu sama lain
waktu menjadikan kita saling melukai.
tak sadar dapat hilang kapan saja.
kita membuat cerita masing-masing.
tak sadar menjadi dongeng bagi seseorang.
tak sadar menjadi dongeng bagi seseorang.
bukankah kenangan itu adalah konstelasi?
Layaknya keindahnya malam
yang merupakan kuburan gemintang.
Akankah ia tetap bermakna?
jika hanya menjadi titik dalam lingkaran tragis.
kemudian egois menjadi sekutunya masing-masing.


